Riuhnya berita Kekerasan Aparat dalam menangani demo

sosial media untuk popularitas website

Hari ini, time line media sosial dan media mainstream riuh memberitakan dan menyebarkan informasi tentang kekerasan aparat Brimob yang menabrak seorang pengendara ojol. Semuanya senada, mengecam aksi brimob yang sangat keterlaluan sehingga menimbulkan korban.

Di sisi lain, respon pemerintah, mulai aparat terendah sampai presiden sangat tidak memadai, paling cuma minta maaf dan turut berbela sungkawa. Pasti hal ini sangat tidak bisa diterima demonstran, sudah timbul korban tetapi responnya hanya minta maaf. Tidak ada tindakan nyata sama sekali.

Sampai tulisan ini ditulis, berita – berita masih riuh dengan demo yang nampaknya sulit untuk diredam oleh aparat kepolisian. Bisa jadi eskalasi demo ini akan semakin besar jika masih saja respon pemerintah dan aparat tiak mrmrnuhi harapan demonstran. Dan ini sudah terjadi.

Beberapa pengamat hukum juga melontarkan analisisnya yang pada intinya mengatakan bahwa respon pemerintah belum cukup konkrit untuk menjawab semua tuntutan demonstran, hal ini menyebabkan demo belum berhenti dan terus terjadi.

Pemerintah dan DPR seolah tidak punya empati di tengah semakin sulitnya kehidupan masyarakat, sementara mereka berpesta dengan kenaikan gaji dan tunjangan. Di media sosial banyak sekali unggahan yang menyatakan semuanya pada naik, pajak naik, harga kebutuhan pokok naik, uiran BPJS naik dan semuanya naik, tetap gaji sama sekali tidak naik.

Statemen sejumlah menteri dan sejumlah anggota DPR juga dianggap blunder dan sama sekali tidak ada empati dan simpati atas penderitaan masyarakat, mereka seolah tidak peduli dengan situasi yang ada. Mereka mementingkan perut mereka sendiri, padahal mereka dipilih oleh rakyat. Suara – suara di medsos riuh sekali dengan ungkapan kekecewaan warganet atas ulah dan perilaku pejabat yang sangat memuakkan.

Klik untuk menilai!
[Total: 0 Rata-rata: 0]
Riuhnya berita Kekerasan Aparat dalam menangani demo
Bagikan kami!
Kembali ke Atas