Drama COD berlanjut lagi dan lagi

daftar marketplace

Ada postingan di threads yang mengungkap modus baru penipuan COD (Cash on delivery). Tetapi sebelum membahas postingan tersebut, kita akan flashback sejenak tentang COD ini.

Sistem pembayaran COD ini hadir karena maraknya penipuan lewat pembayaran transfer, di mana pembeli sudah transfer tetapi barang tidak dikirim. Di sini, jelas sekali bahwa banyak seller (penjual) nakal yang bermain, sehingga membuat citra seller menjadi buruk, bahkan termasuk seller yang benar – benar jujur ikut kena getahnya.

Pembayaran COD untuk mengatasi seller nakal ini, barang dibayar setelah benar – benar diterima. Di sini seller nakal jadi mati gaya, gak bisa menipu lagi. Tetapi satu masalah teratasi, biasanya masalah lain muncul. Ternyata solusi COD ini sangat banyak masalah dan banyak drama. Oleh karena itu, seller yang benar – benar serius dan percaya diri, berani menolak permintaan pembayaran COD karena terlalu banyak drama.

Buyer menolak barang

Drama pertama dan paling sering adalah pembeli menolak barang yang sudah dikirim, alasannya macam – macam. Padahal mereka order sendiri, tetapi ditolak sendiri. Ini yang membuat seller kesal karena seller pasti dirugikan, minimal rugi ongkos kirim dan rugi waktu.

Pembeli bisa berbuat begitu karena pembeli tidak merasa rugi. Kepingin barang dengan harapan ada uang pada saat barang datang, tetapi ternyata zonk. Pembeli seperti ini keinginannya banyak tapi duitnya sedikit, niat beli tapi gak ada duit.

Spesifikasi barang dianggap tidak sesuai

Kejadian seperti ini karena order COD cek dulu. Di mana barang boleh dicek sebelum dibayar. Hal ini bisa disebabkan kedua belah pihak, baik seller maupun buyer. Seller memberikan deskripsi yang overrated kepada produknya, memberikan penjelasan yang berlebihan, bahkan cenderung tidak jujur tentang produk yang dijual.

Dari sisi buyer, seringkali over ekspektasi. Dengan harga murah ingin mendapatkan barang berkualitas, sehingga ketika barang datang ternyata gak sesuai dengan gambaran yang diinginkan, jadi ditolak karena menganggap tidak sesuai.

Dari sini, kejujuran kedua belah pihak menjadi solusi. Seller diharapkan mengungkap kondisi barangnya secara real tanpa melebih-lebihkan, sementara buyer juga harus realistis dengan barang yang dibelinya.

Maki – maki kurir

Kurir ekspedisi lah sering jadi korban COD ini, kurir sering jadi pelampiasan buyer atas barang yang diterimanya, padahal kurir hanya sebatas mengirim paket tanpa tahu isi di dalamnya. Tak jarang makian dan umpatan dilampiaskan ke kurir. Kurir hanya bingung dengan apa yang terjadi karena sejatinya kurir tidak tahu apa – apa.

Bahkan tidak jarang terjadi, kurir dilempar dengan barang yang dikirim dan diusir dari rumah buyer dengan kasar.

Dikirim barang palsu, bahkan sampah

Nah, jika ini terjadi, 100% kesalahan di seller yang jelas berniat tidak baik. Beli barang elektronik tapi yang dikirim adalah baju bekas, itu adalah salah satu contoh seller penipu yang niatnya mencari keuntungan sesaat.

Kalau lewat marketplace, sudah ada mekanisme untuk retur barang, jadi relatif aman. Yang jadi masalah adalah jika di luar marketplace, pasti drama korea tingkat dewa akan terjadi.

Tidak pesan tapi dikirim barang

Nah, ini adalah modus yang terjadi belakangan ini. Ada saja kreatifitas seller penipu, mereka mengumpulkan database nama alamat dan no telpon. Data ini digunakan untuk mengirim barang, padahal yang dikirimi ini tidak pesan. Ini memanfaatkan kelengahan buyer yang terbiasa order lewat COD, buyer akan membayar begitu saja barang yang diterima karena memang sudah terbiasa. Padahal mereka sama sekali tidak pesan.

Jika harga barangnya sepadan dengan kualitasnya, kerugiannya tidak seberapa. Tetapi jika malah barang yang sama sekali tidak berguna, itu jadi masalah besar. Bahkan seringkali, barang ini adalah sampah yang sama sekali tidak berguna dan tidak bermanfaat bagi buyer.

Klik untuk menilai!
[Total: 0 Rata-rata: 0]
Drama COD berlanjut lagi dan lagi
Bagikan kami!
Kembali ke Atas