Content is The King

content is the king

Judul di atas adalah istilah yang sangat populer dalam bisnis di internet. Konten adalah raja, begitulah terjemahan kasarnya. Oleh karena itu, kita harus memperlakukan konten ibarat raja juga. Dimana harus kita turuti apa mau konten ini.

Konten bisa berupa apa saja, sesuai kemampuan anda dalam membuat dan mengolahnya. Artikel yang anda baca ini juga merupakan konten. Audio, Foto atau Video juga merupakan konten. Semua orang sebenarnya bisa membuat dan memproduksi konten, tetapi tidak semua bisa menjadikan konten ini The King alias Raja konten.

Apa yang dimaksud sebagai Raja konten? Yaitu konten yang menarik perhatian banyak orang, untuk bisa membuat konten yang menarik perhatian, ada beberapa cara yang harus dilakukan, antara lain

Konten anda harus penting

Definisi penting ini bisa bermacam – macam, kepentingan netizen juga berbeda – beda, jadi anda harus jeli melihat di sini mana konten anda akan dianggap penting oleh netizen. Jika konten tema memasak, tentu anda harus mengambil segmentasi para penghobi masak, misalnya ibu – ibu, dimana sudut – sudut point of interest ibu – ibu ini.

Konten anda harus berguna

Kalau gak berguna, bagaimana bisa dianggap penting? Tentu saja konten anda harus berguna. Buat apa bikin konten tetapi ternyata tidak berguna? Misalnya Konten edukasi, tetapi ternyata malah membuat bingung pemirsa anda, pasti anda akan ditinggalkan.

Makanya, pastikan konten yang anda buat harus berguna, minimal bagi anda. Atau jika anda membuat tutorial membuat sesuatu, buktikan dengan foto atau video hasil jika mengikuti tutorial yang anda buat tersebut.

Konten anda harus menarik

Jika konten anda berguna (minimal bagi anda), suatu saat pasti akan ada orang atau netizen yang sependapat dengan anda, jangan khawatir, di luar sana ada jutaan bahkan ratusan juta orang, kemungkinan untuk bisa membuat orang tertarik dengan konten anda pasti ada.

Semakin banyak yang tertarik, di situlah anda akan bisa membuat konten ibarat raja ini. Beberapa kali membuat konten ternyata tidak banyak menarik netizen, jangan putus asa, lakukan lagi dan lagi sampai berhasil. Tidak mungkin hanya dengan sekali percobaan lalu anda akan viral karena konten anda sangat menarik, harus melalui banyak tahapan yang kadang malah membuat kita berdarah – darah.

Konten anda harus lucu

Jika anda tidak mampu membuat konten tersebut menjadi penting, tidak mampu membuat konten yang berguna bahkan tidak menarik sama sekali. Maka yang harus anda lakukan adalah membuat konten yang lucu.

Banyak orang gak peduli apakah konten itu penting, apakah konten itu berguna, bahkan apakah menarik atau tidak. Tetapi dia dengan sengaja membuat konten yang lucu, untuk lucu – lucuan. Kalau lucu, dimana pentingnya? dimana gunanya? Gak ada yang penting, tidak ada yang berguna, tetapi konten ini bisa menarik perhatian karena lucu, justru lucu ini menarik perhatian dan menghibur.

Konten anda adalah satu – satunya

Kalau ini jujur agak sulit, membuat konten satu – satunya, yang belum pernah dibahas orang lain, pasti sulit. Butuh pemikiran dan inovasi yang kuat.

tetapi jika anda menemukan idenya, semuanya akan dengan mudah dilakukan, bahkan seolah – olah sebelumnya mustahil dillakukan, hal tersebut sangat bisa diwujudkan. Yang dibutuhkan adalah momentum. Saat anda melihat sebuah peristiwa besar dan anda mampu secepatnya mendokumentasikan, maka konten tersebut bisa jadi “The King”.

Konten anda tertaut dengan konten lain yang lebih besar

Kalau hal ini anda harus bergabung dengan banyak komunitas, banyak forum dan banyak lingkungan, sehingga ketika anda membuat konten, ada kemungkinan konten anda di reply, di share atau dicuplik untuk konten lain yang sudah punya reputasi besar.

Video anda yang dibuat lewat HP jadul bisa saja akan ditayangkan di TV Nasional jika memang anda lah yang memiliki momentum tersebut.

Jangan Membuat Hoax atau Sesuatu yang palsu

Hoax atau berita palsu, framing atau penggabungan cerita yang sebenarnya tidak saling berkaitan memang menjadi salah satu trik para konten kreator ketika kehabisan ide dalam membuat konten.

Tetapi ingatlah, konten – konten seperti ini malah akan menjerumuskan anda pada persoalan lain yang lebih pelik. Popularitas sesaat berdasarkan konten palsu tidak sebanding dengan resiko yang akan anda hadapi ke depannya. Jadi pikirkanlah lagi jika ingin membuat konten palsu atau tidak benar.

Content is The King
Bagikan kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas